DI ANTARA amalan yang sangat dianjurkan menurut pertimbangan agama ialah amalan batiniah yang dilakukan oleh hati manusia. Ia lebih diutamakan daripada amalan lahiriah yang dilakukan oleh anggota badan, dengan beberapa alasan:
Pertama: Karena sesungguhnya amalan yang lahiriah itu tidak akan diterima oleh Allah SWT selama tidak disertai dengan amalan batin yang merupakan dasar bagi diterimanya amalan lahiriah itu, yaitu niat; sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
"Sesungguhnya amal perbuatan itu harus disertai dengan niat." [32]
Arti niat ini ialah niat yang terlepas dari cinta diri dan dunia. Niat yang murni untuk Allah SWT. Dia tidak akan menerima amalan seseorang kecuali amalan itu murni untuk-Nya; sebagaimana difirmankan-Nya:
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus..." (al-Bayyinah: 5)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Sesungguhnya Allah tidak menerima amalan kecuali yang murni, yang dilakukan hanya untuk-Nya." [33]
Dalam sebuah hadith qudsi diriwayatkan, Allah SWT berfirman,
"Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan persekutuan. Barangsiapa melakukan suatu amalan kemudian dia mempersekutukan diri-Ku dengan yang lain, maka Aku akan meninggalkannya dan meninggalkan sekutunya."
Dalam riwayat yang lain disebutkan:
"Maka dia akan menjadi milik sekutunya dan Aku berlepas diri darinya." [34]
Kedua: Karena hati merupakan hakikat manusia, sekaligus menjadi poros kebaikan dan kerusakannya. Dalam Shahih Bukhari dan Muslim disebutkan bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal darah, apabila dia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila dia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu ialah hati." [35]
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwasanya hati merupakan titik pusat pandangan Allah, dan perbuatan yang dilakukan oleh hatilah yang diakui (dihargai/dinilai) oleh-Nya. Karenanya, Allah hanya melihat hati seseorang, bila bersih niatnya, maka Allah akan menerima amalnya: dan bila kotor hatinya (niatnya tidak benar), maka otomatis amalnya akan ditolak Allah, sebagaimana disabdakan oleh baginda,
"Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat kepada tubuh dan bentuk kamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hati kamu." [36]
Yang dimaksudkan di sini ialah diterima dan diperhatikannya amalan tersebut.
Al-Qur'an menjelaskan bahwasanya keselamatan di akhirat kelak, dan perolehan surga di sana, hanya dapat dicapai oleh orang yang hatinya bersih dari kemusyrikan, kemunafikan dan penyakit-penyakit hati yang menghancurkan. Yaitu orang yang hanya menggantungkan diri kepada Allah SWT, sebagaimana yang Dia firmankan melalui lidah nabi-Nya, Ibrahim al-Khalil a.s.
"Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. (Yaitu) di hari harta dan anak-anak tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (as-Syu'ara': 87-89)
"Dan didekatlah surga itu kepada orang-orang yang bertaqwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihata (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat." (Qaf: 31-33)
Keselamatan dari kehinaan pada hari kiamat kelak hanya diberikan kepada orang yang datang kepada Allah SWT dengan hati yang bersih. Dan surga hanya diberikan kepada orang yang datang kepada Tuhannya dengan hati yang pasrah.
Taqwa kepada Allah - yang merupakan wasiat bagi orang-orang terdahulu dan yang terkemudian, merupakan dasar perbuatan yang utama, kebajikan, kebaikan di dunia dan akhirat - pada hakikat dan intinya merupakan persoalan hati. Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; "Taqwa itu ada di sini," sambil menunjuk ke dadanya sebanyak tiga kali. Beliau mengatakannya sebanyak tiga kali sambil memberikan isyarat dengan tangannya ke dadanya agar dapat dipahami oleh akal dan jiwa manusia.
Sehubungan dengan hal ini, al-Qur'an memberi isyarat bahwa ketaqwaan itu dilakukan oleh hati manusia:
"Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati." (al-Hajj: 32)
Semua tingkah laku dan perbuatan yang mulia, serta tingkatan amalan rabbaniyah yang menjadi perhatian para ahli suluk dan tasawuf, serta para penganjur pendidikan ruhaniah, merupakan perkara-perkara yang berkaitan dengan hati; seperti menjauhi dunia, memberi perhatian yang lebih kepada akhirat, keikhlasan kepada Allah, kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, tawakkal kepada Allah, mengharapkan rahmat-Nya, takut kepada siksaan-Nya, mensyukuri nikmatNya, bersabar atas bencana, redha terhadap ketentuan-Nya, selalu mengingat-Nya, mengawasi diri sendiri dan lain-lain. Perkara-perkara ini merupakan inti dan ruh agama, sehingga barangsiapa yang tidak memiliki perhatian sama sekali terhadapnya maka dia akan merugi sendiri, dan juga rugi dari segi agamanya.
Siapa yang mensia-siakan umurnya, maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa
Anas meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
"Tiga hal yang bila siapapun berada di dalamnya, maka dia dapat menemukan manisnya rasa iman. Hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada yang lain; hendaknya ia mencintai seseorang yang ia tidak mencintainya kecuali karena Allah; dan hendaknya ia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka." [37]
"Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga aku lebih dicintainya daripada ibubapa dan anaknya, serta manusia seluruhnya." [38]
Diriwayatkan dari Anas bahwa ada seorang lelaki yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, "Kapankah kiamat terjadi wahai Rasulullah?" Beliau balik bertanya: "Apakah yang telah engkau persiapkan?" Dia menjawab, "Aku tidak mempersiapkan banyak shalat dan puasa, serta shadaqah, tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya." Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda, "Engkau akan bersama orang yang engkau cintai." [39]
Hadith ini dikuatkan oleh hadith Abu Musa:
Bahwa ada seseorang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, "Ada seseorang yang mencintai kaum Muslimin, tetapi dia tidak termasuk mereka." Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, "Seseorang akan bersama dengan orang yang dia cintai." [40]
Hadith-hadith tersebut menunjukkan bahwa cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah, serta cinta kepada hamba-hamba-Nya yang shaleh merupakan cara pendekatan yang paling baik kepada Allah SWT; walaupun tidak disertai dengan tambahan shalat, puasa dan shadaqah.
Hal ini tidak lain adalah karena cinta yang murni merupakan salah satu amalan hati, yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT.
Atas dasar itulah beberapa ulama besar berkata,
"Aku cinta kepada orang-orang shaleh walaupun aku tidak termasuk golongan mereka.
Aku berharap bahwa aku bisa mendapatkan syafaat (ilmu, dan kebaikan) dari mereka.
Aku tidak suka terhadap barang-barang maksiat, walaupun aku sama maksiatnya dengan barang-barang itu."
Cinta kepada Allah, benci karena Allah merupakan salah satu bagian dari iman, dan keduanya merupakan amalan hati manusia.
Dalam sebuah hadith disebutkan,
"Barangsiapa mencintai karena Allah, marah karena Allah, memberi karena Allah, menahan pemberian karena Allah, maka dia termasuk orang yang sempurna imannya." [41]
"Ikatan iman yang paling kuat ialah berwala' karena Allah, bermusuhan karena Allah, mencintai karena Allah, dan membenci karena Allah SWT." [42]
Oleh sebab itu, kami sangat heran terhadap konsentrasi yang diberikan oleh sebagian pemeluk agama, khususnya para daie' yang menganjurkan amalan dan adab sopan santun yang berkaitan dengan perkara-perkara lahiriah lebih banyak daripada perkara-perkara batiniah; yang memperhatikan bentuk luar lebih banyak daripada intinya; misalnya memendekkan pakaian, memotong kumis dan memanjangkan jenggot, bentuk hijab wanita, hitungan anak tangga mimbar, cara meletakkan kedua tangan atau kaki ketika shalat, dan perkara-perkara lain yang berkaitan dengan bentuk luar lebih banyak daripada yang berkaitan dengan inti dan ruhnya. Perkara-perkara ini, bagaimanapun, tidak begitu diberi prioritas dalam agama ini.
Saya sendiri memperhatikan - dengan amat menyayangkan - bahwa banyak sekali orang-orang yang menekankan kepada bentuk lahiriah ini dan hal-hal yang serupa dengannya - Saya tidak berkata mereka semuanya - mereka begitu mementingkan hal tersebut dan melupakan hal-hal lain yang jauh lebih penting dan lebih dahsyat pengaruhnya. Seperti berbuat baik kepada kedua ibubapa, silaturrahim, menyampaikan amanat, memelihara hak orang lain, bekerja yang baik, dan memberikan hak kepada orang yang harus memilikinya, kasih-sayang terhadap makhluk Allah SWT, apalagi terhadap yang lemah, menjauhi hal-hal yang jelas diharamkan dan lain-lain sebagaimana dijelaskan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang beriman di dalam kitab-Nya; di awal surah al-Anfal, awal surah al-Mu'minun, akhir surah al-Furqan, dan lain-lain.
Saya tertarik dengan perkataan yang diucapkan oleh saudara kita, seorang daie' Muslim, Dr. Hassan Hathout yang tinggal di Amerika, yang sangat tidak suka kepada sebagian saudara kita yang begitu ketat dan kaku dalam menerapkan hukum Islam yang berkaitan dengan daging halal yang telah disembelih menurut aturan syariat. Mereka begitu ketat meneliti daging-daging tersebut apakah ada kemungkinan bahwa daging tersebut tercampur dengan daging atau lemak babi, walaupun
kemungkinan itu hanya benar 1% sahaja tetapi dalam masa yang sama masa yang sama dia tidak memperhatikan bahwa dia memakan bangkai saudaranya setiap hari beberapa kali (dengan fitnah dan mengumpat/ghibah), sehingga saudaranya dapat menjadi sasaran syubhat dan tuduhan, atau dia sendiri yang menciptakan tuduhan-tuduhan tersebut.
Allahu a’lam..
Catatan kaki:
32- Muttafaq 'Alaih dari Umar (al-Lu'lu' wa al-Marjan, 1245), hadith pertama yang dimuat dalam Shahih al-Bukhari
33- Diriwayatkan oleh Nasai dari Abu Umamah, dan dihasankan olehnya dalam Shahih al-Jami' as-Shaghir (1856)
34- Muslim meriwayatkannya dari Abu Hurairah r.a. dengan lafaz hadith yang pertama, sedangkan lafaz yang lainnya diriwayatkan oleh Ibn Majah.
35- Muttafaq 'Alaih, dari Nu'man bin Basyir, yang merupakan bagian daripada hadith, "Yang halal itu jelas, dan yang haram itu juga jelas" (Lihat al-Lu'lu' wa al-Marjan, 1028)
36- Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah r.a. (2564)
37- Muttafaq 'Alaih dari Anas (al-Lu'lu'wa al-Marjan, 26)
38- Muttafaq 'Alaih dari Anas (al-Lu'lu' wa al-Marjan, 27)
39- Muttafaq 'Alaih dari Anas (al-Lu'lu' wa al-Marjan, 1693)
40- Muttafaq 'Alaih dari Anas (al-Lu'lu' wa al- Marjan, 1694)
41- Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab al-Sunnah dari Abu Umamah (4681), dan dalam al-Jami' as-Shaghir riwayat ini dinisbatkan kepada Dhiya' (Shahih al-Jami' as-Shaghir, 5965)
42- Diriwayatkan oleh al-Thayalisi, Hakim, dan Thabrani dalam al-Kabir, dan al-Awsath dari Ibn Mas'ud, Ahmad, dan Ibn Abi Syaibah dari Barra" dan juga diriwayatkan oleh Thabrani dari Ibn Abbas (Shahih al-Jami' as-Shaghir, 2539)
~~Keutamaan Amalan Hati Ke Atas Amalan Badan
(Fiqh al-Awlawiyyat, Dr. Yusuf al-Qaradhawi)~~
Tuesday, March 3, 2009
Friday, January 23, 2009
Kekadang kita alpa, kekadang kita lupa, kekadang kita leka!!!
Teman,Mungkin sekali kita leka..Sekali pernah terlepas dari genggaman..Ucapan 'Ooopps' mendahui 'Ya Allah'..Bila perut kenyang..Ucapan 'Haa kenyangnya' mendahului 'Alhamduliilah' ..Bila diri terpegun akan keindahan..Ucapan 'Subhanallah' ditutup oleh 'Wah cantiknya'..Bila dikunjungi berita malang..Ucapan 'Kasihannya' terucap kerana Kita lupa kepada kalimah..Innalillah Hiwa Innalillah Hirajiuun..Kadangkala kita lupa kerana terbiasa..Tapi ingatlah..Agar bila Izrail datang membawa berita..Biarlah kalimah LAA ILA HA ILLALLAH menjadi juara.
Saturday, November 22, 2008
Tips/Panduan Atasi Zina Hati
Selagi dinamakan manusia, kita mempunyai perasaan suka mengasihi dan dikasihi. Memang adat kehidupan bahawa kasih cinta didahului dengan berasa rindu, namun jangan pula rindu berlebihan. Kerinduan kepada kekasih, sering kali membekaskan duka, penyakit menyebabkan kelemahan hati. Kita sebenarnya berperang dengan perasaan. Namun, seorang Muslim akan terasa nikmat jika dapat menjauhi keluhan, kesedihan dan kerinduan ini.Ibnu Qayyim memberikan terapi mujarab mengenai masalah rindu. Sebelum itu beliau memberikan sebab mengapa rasa rindu berlebihan terjadi antaranya: Hati tidak terisi oleh rasa cinta, syukur, zikir dan ibadah kepada Allah sebaliknya membiarkan mata meliar. Pandangan dan renungan mata adalah jalan membawa kepada kesedihan dan keresahan.Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Pandangan mata itu satu daripada sekian banyak anak panah iblis.” Setiap penyakit ada ubatnya. Ubat yang terbaik adalah meneguk daripada pengajaran al-Quran seperti firman Allah yang bermaksud: “Demikianlah supaya kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba kami yang terpilih.” - (Surah Yusuf, ayat 24)
Ikhlas kepada Allah. Ikhlas adalah ubat penyakit rindu. Ikhlas kepada Allah bermakna selalu berusaha berada di pintu ibadah dan memohon kesembuhan daripada Allah. Jika kita ikhlas kepada Allah, Allah akan menolong kita daripada penyakit kerinduan melalui cara tidak pernah terdetik di hati. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Sungguh jika hati telah berasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, nescaya ia tidak akan menjumpai hal lain yang lebih manis, indah, nikmat dan baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu dicintainya, melainkan selepas memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya.
Doa mengundang sikap, rasa fakir dan rendah diri di hadapan Allah. Oleh itu doa adalah salah satu bentuk ibadah yang agung. Ketika kita berada dalam kesempitan, kita bersungguh-sungguh dalam berdoa, berasakan Allah amat dekat mendengarkan rayuan.
Mengurus mata dan pandangan. Pandangan yang berulang-ulang adalah suis penting menyalakan api rindu. Orang yang memandang dengan sepintas lalu jarang berasakan hati terusik dan jatuh. Ibnul Qayyim menyatakan: “Orang berakal tidak mudah tergelincir jatuh hati dan rindu, dia tidak tertimpa pelbagai kerosakan. Barang siapa yang terjun ke dalamnya maka ia termasuk orang yang menzalimi diri sendiri, tertipu dan akhirnya binasa. Jika dia tidak melakukan pandangan berkali-kali terhadap orang yang dikagumi dan usahanya itu meragut benang asmara, pastilah asmara tidak akan kukuh mencengkam jiwanya.”
Bernikah dan membina rumah tangga adalah langkah paling baik. Inilah ubat rindu paling baik. Tidak semestinya bernikah dengan orang yang kita kagumi. Meskipun pernikahan itu dilangsungkan tidak dengan orang dicintai dan diidamkan.
Ikhlas kepada Allah. Ikhlas adalah ubat penyakit rindu. Ikhlas kepada Allah bermakna selalu berusaha berada di pintu ibadah dan memohon kesembuhan daripada Allah. Jika kita ikhlas kepada Allah, Allah akan menolong kita daripada penyakit kerinduan melalui cara tidak pernah terdetik di hati. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Sungguh jika hati telah berasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, nescaya ia tidak akan menjumpai hal lain yang lebih manis, indah, nikmat dan baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu dicintainya, melainkan selepas memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya.
Doa mengundang sikap, rasa fakir dan rendah diri di hadapan Allah. Oleh itu doa adalah salah satu bentuk ibadah yang agung. Ketika kita berada dalam kesempitan, kita bersungguh-sungguh dalam berdoa, berasakan Allah amat dekat mendengarkan rayuan.
Mengurus mata dan pandangan. Pandangan yang berulang-ulang adalah suis penting menyalakan api rindu. Orang yang memandang dengan sepintas lalu jarang berasakan hati terusik dan jatuh. Ibnul Qayyim menyatakan: “Orang berakal tidak mudah tergelincir jatuh hati dan rindu, dia tidak tertimpa pelbagai kerosakan. Barang siapa yang terjun ke dalamnya maka ia termasuk orang yang menzalimi diri sendiri, tertipu dan akhirnya binasa. Jika dia tidak melakukan pandangan berkali-kali terhadap orang yang dikagumi dan usahanya itu meragut benang asmara, pastilah asmara tidak akan kukuh mencengkam jiwanya.”
Bernikah dan membina rumah tangga adalah langkah paling baik. Inilah ubat rindu paling baik. Tidak semestinya bernikah dengan orang yang kita kagumi. Meskipun pernikahan itu dilangsungkan tidak dengan orang dicintai dan diidamkan.
Friday, November 21, 2008
Friday, October 24, 2008
~TAKUT KEPADA ALLAH~
Tersebut dlm sebuah Hadis.dari Rasulullah SAW,baginda bersabda:
"Sesungguhnya Allah menciptakan Malaikat.Sayapnya yg sebelah mencapai bumi sbhgian
timur.yg sblah lg mencapai bumi bhgian barat.Kepalanya dbawah Arasy dan kedua kakinya didasar bumi ketujuh.Ia mempunyai bulu sebanyak bilangan makhluk Allah.Ketika seorg lelaki atau perempuan drpd ummatku membaca selawat kepadaku,maka Allah memerintahkan Malaikat itu agar menyelam ke dalam lautan dari Nur dibawah Arasy.Malaikat yg menyelam itu kemudian keluar dan mengibas2kan sayapnya sehingga setiap bulu menitis setitis Nur.drpd setiap titisan itu Allah menjadikan Malaikat yg memohon keampunan bg org tersebut sampai hari Kiamat.
Keenam,pada langkah(kakinya).Dia tdk berjalan utk maksiat.Tetapi hya melangkah utk taat kpd Allah,mencari keredhaanNya serta utk bergaul dgn para ulama,dan org2 soleh.
Ketujuh,terlihat pd ketaatannya. Dia menjadikan ketaatannya semata2 utk mencari keredhaan Allah.Takut pd riak dan munafik.
Barangsiapa melakukan tujuh perkara tersebut,maka dia termasuk dlm kategori org2 yg dikatakan oleh Allah:
"Sesungguhnya org2 taqwa dlm kebun2 dan mata air(syurga)."
(Q.S. Al Hijr:45)
Seolah2 Allah mengatakan,"Sesungguhnya pd hari Kiamat mrka selamat drpd api neraka"
Dan seharusnya seorg mukmin harus berada diantara rasa takut dan berharap.Dia harus sentiasa mengharapkan rahmat Allah.Tidak berputus asa mengharapkannya.sebagaimana termaktub dlm firman Allah:
"Jangan engkau berputus asa terhadap rahmat Allah."
(Q.S. Asy Syura:28)
Dia harus sentiasa menyembah kpd Allah.Menghentikan perbuatan buruk.serta bertaubat kpd Allah.
HIKAYAT: Pada suatu hari Nabi DAud as duduk dtmpat peribadatannya.Tiba2 dia melihat ulat merah.Maka dlm hati dia berkata:"Apa kiranya kehendak Allah pd ulat ini?" Maka dgn izin Allah ulat itu berbicara seraya berkata,"wahai Nabi Allah!di siang hari Tuhanku mengilhamkan agar aku membaca 'Subhanallah Wal Hamdulillah Wala-Ilaha Illa Allah.'seribu kali.sedangkan dimalam hari Tuhan mengilhamkan agar membaca 'Allahumma Solli ala Muhammadini Nabiyyil Umiyyi Wa'ala alihi Wasohbihi Wa Sallam' seribu kali.Lalu apakah yg engkau baca hingga aku ingin mengambil faedah daripadamu?" Maka Nabi Daud as amat menyesal menghina pd ulat itu.Dia merasa takut kpd Allah,lalu dia bertaubat dan bertawakal kpdNYA.
Nabi Ibrahim Al Khalil as tatkala mengingatkan kesalahannya,berasa amat sedih dan risau hatinya.Kemudian Allah mengutuskan Jibril as dtg kpdnya seraya berkata,"Allah kirim salam kpd engkau dan berkata,"Adakah engkau melihat seseorg takut kpd kekasihnya?" Kemudian Jibril as menjawab,"Jika aku igt kesalahanku dan memikirkan seksaanNya,maka lupalah aku bhwa aku kekasihNya." Demikianlah akn keadaan para Nabi,wali,org soleh dan org2 zuhud.
p/s: dipetik dari kitab MUKASHAFAH AL-QULUB -IMAM AL-GHAZALI
timur.yg sblah lg mencapai bumi bhgian barat.Kepalanya dbawah Arasy dan kedua kakinya didasar bumi ketujuh.Ia mempunyai bulu sebanyak bilangan makhluk Allah.Ketika seorg lelaki atau perempuan drpd ummatku membaca selawat kepadaku,maka Allah memerintahkan Malaikat itu agar menyelam ke dalam lautan dari Nur dibawah Arasy.Malaikat yg menyelam itu kemudian keluar dan mengibas2kan sayapnya sehingga setiap bulu menitis setitis Nur.drpd setiap titisan itu Allah menjadikan Malaikat yg memohon keampunan bg org tersebut sampai hari Kiamat.
Setengah hukama mengatakan,"Keselamatan jasad terletak pada sedikitnya makan.Keselamatan roh pada sedikitnya dosa.dan keselamatan agama terletak pada membaca selawat kpd 'Khairil Anam'(MUHAMMAD SAW)".
Allah SWT berfirman:
Allah SWT berfirman:
"Wahai org2 yg beriman,takutlah kpd Allah! Dan hendaklah (tiap2) org yg memperhatikan apa yg diusahakan besok (hari Kiamat).Takutlah kpd Allah.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa2 yg kamu kerjakan."
Sesungguhnya Malaikat,langit,bumi ,siang dan malam.Pada hari Kiamat,mrk sbg saksi ats apa2 yg dilakukan oleh manusia.Baik @ buruk,taat @ maksiat.Bahkan,seluruh anggota badan akn mempersaksikannya.Bumi memberi kesaksian bg mukmin dan zahid,seraya berkata,"Dia tlh bersolat,berpuasa,berhaji dan berjihad diatasku." Maka legalah org mukmin dan zahid itu.Ia memberikan jg kesaksian ats org kafir dan org derhaka smbil berkata,"Di atsku dia tlh musyrik,berzina,minum arak dan makan haram." Bumi itu tlh membantah pengelakannya ketika dihisab.
Org mukmin adalah org yg akut kpd Allah dan seluruh anggota badannya.sebagaimana Abu -Laits tlh berkata,
"Tanda2 takut kepada Allah itu kelihatan dlm tujuh perkara."
Pertama,pada lisannya.Dia menghindarkan drpd dusta,ghibah,menyebar fitnah,berbual kosong dan byk bercakap.Malah menyibukkan diri dgn zikir,membaca al-Quran dan muzakarah ilmu.
Kedua,pada hatinya.Dia membuang masa permusuhan,kebodohan dan kedengkian terhadap sahabatnya.Lantaran kedengkian dapat menghapuskan kebaikkan.Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
"Hasad itu dapat memakan kebaikkan sebagaimana api membakar kayu."
Ketahuilah bhwa hasad itu penyakit hati yg berbahaya.Tidak ada ubat utk penyakit hati selain ilmu dan amal.
Ketiga,pada pandangannya.Maka dia tidak suka memandang pada makanan,minuman,pakaian atau hal2 lain yg haram.Tidak pula terpikat pada dunia.Tetapi dia tidak memandangnya dgn mengambil iktibar.Rasulullah SAW tlh bersabda:
"Barangsiapa memenuhi matanya dgn perkara haram,maka Allah akn memenuhinya drpd api pd hari Kiamat."
Keempat,pada perutnya.Maka perutnya tidak diisi brg yg haram.Itu dosa besar.Sebagaimana Nabi SAW bersabda:
"Manakala sesuap drpd brg haram msuk ke perut seseorg,maka seluruh Malaikat dilangit dan dibumi melaknatinya selama sesuai atau seteguk brg itu berada didalam perutnya.Jika dia mati dlm keadaan demikian,maka tmptnya dineraka."
Kelima,pada kedua tangannya.Dia tdk menggunakan utk perkara yg haram.Tetapi hya menggunakan utk taat kpd Allah.
Dirawikan drpd Ka'ab Akhbar,dia berkata:
"Sesungguhnya Allah tlh menciptakan bangunan dri zabarjud hijau.didalamnya terdapat tujuh puluh ribu aula.stiap aula terdapat tujuh puluh ribu pondok.Tidak ada yg boleh masuk ke situ,selain org yg ditawarkan brg haram,namun dia menolaknya kerana takut kpd Allah."
Org mukmin adalah org yg akut kpd Allah dan seluruh anggota badannya.sebagaimana Abu -Laits tlh berkata,
"Tanda2 takut kepada Allah itu kelihatan dlm tujuh perkara."
Pertama,pada lisannya.Dia menghindarkan drpd dusta,ghibah,menyebar fitnah,berbual kosong dan byk bercakap.Malah menyibukkan diri dgn zikir,membaca al-Quran dan muzakarah ilmu.
Kedua,pada hatinya.Dia membuang masa permusuhan,kebodohan dan kedengkian terhadap sahabatnya.Lantaran kedengkian dapat menghapuskan kebaikkan.Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
"Hasad itu dapat memakan kebaikkan sebagaimana api membakar kayu."
Ketahuilah bhwa hasad itu penyakit hati yg berbahaya.Tidak ada ubat utk penyakit hati selain ilmu dan amal.
Ketiga,pada pandangannya.Maka dia tidak suka memandang pada makanan,minuman,pakaian atau hal2 lain yg haram.Tidak pula terpikat pada dunia.Tetapi dia tidak memandangnya dgn mengambil iktibar.Rasulullah SAW tlh bersabda:
"Barangsiapa memenuhi matanya dgn perkara haram,maka Allah akn memenuhinya drpd api pd hari Kiamat."
Keempat,pada perutnya.Maka perutnya tidak diisi brg yg haram.Itu dosa besar.Sebagaimana Nabi SAW bersabda:
"Manakala sesuap drpd brg haram msuk ke perut seseorg,maka seluruh Malaikat dilangit dan dibumi melaknatinya selama sesuai atau seteguk brg itu berada didalam perutnya.Jika dia mati dlm keadaan demikian,maka tmptnya dineraka."
Kelima,pada kedua tangannya.Dia tdk menggunakan utk perkara yg haram.Tetapi hya menggunakan utk taat kpd Allah.
Dirawikan drpd Ka'ab Akhbar,dia berkata:
"Sesungguhnya Allah tlh menciptakan bangunan dri zabarjud hijau.didalamnya terdapat tujuh puluh ribu aula.stiap aula terdapat tujuh puluh ribu pondok.Tidak ada yg boleh masuk ke situ,selain org yg ditawarkan brg haram,namun dia menolaknya kerana takut kpd Allah."
Keenam,pada langkah(kakinya).Dia tdk berjalan utk maksiat.Tetapi hya melangkah utk taat kpd Allah,mencari keredhaanNya serta utk bergaul dgn para ulama,dan org2 soleh.
Ketujuh,terlihat pd ketaatannya. Dia menjadikan ketaatannya semata2 utk mencari keredhaan Allah.Takut pd riak dan munafik.
Barangsiapa melakukan tujuh perkara tersebut,maka dia termasuk dlm kategori org2 yg dikatakan oleh Allah:
"Sesungguhnya org2 taqwa dlm kebun2 dan mata air(syurga)."
(Q.S. Al Hijr:45)
Seolah2 Allah mengatakan,"Sesungguhnya pd hari Kiamat mrka selamat drpd api neraka"
Dan seharusnya seorg mukmin harus berada diantara rasa takut dan berharap.Dia harus sentiasa mengharapkan rahmat Allah.Tidak berputus asa mengharapkannya.sebagaimana termaktub dlm firman Allah:
"Jangan engkau berputus asa terhadap rahmat Allah."
(Q.S. Asy Syura:28)
Dia harus sentiasa menyembah kpd Allah.Menghentikan perbuatan buruk.serta bertaubat kpd Allah.
HIKAYAT: Pada suatu hari Nabi DAud as duduk dtmpat peribadatannya.Tiba2 dia melihat ulat merah.Maka dlm hati dia berkata:"Apa kiranya kehendak Allah pd ulat ini?" Maka dgn izin Allah ulat itu berbicara seraya berkata,"wahai Nabi Allah!di siang hari Tuhanku mengilhamkan agar aku membaca 'Subhanallah Wal Hamdulillah Wala-Ilaha Illa Allah.'seribu kali.sedangkan dimalam hari Tuhan mengilhamkan agar membaca 'Allahumma Solli ala Muhammadini Nabiyyil Umiyyi Wa'ala alihi Wasohbihi Wa Sallam' seribu kali.Lalu apakah yg engkau baca hingga aku ingin mengambil faedah daripadamu?" Maka Nabi Daud as amat menyesal menghina pd ulat itu.Dia merasa takut kpd Allah,lalu dia bertaubat dan bertawakal kpdNYA.
Nabi Ibrahim Al Khalil as tatkala mengingatkan kesalahannya,berasa amat sedih dan risau hatinya.Kemudian Allah mengutuskan Jibril as dtg kpdnya seraya berkata,"Allah kirim salam kpd engkau dan berkata,"Adakah engkau melihat seseorg takut kpd kekasihnya?" Kemudian Jibril as menjawab,"Jika aku igt kesalahanku dan memikirkan seksaanNya,maka lupalah aku bhwa aku kekasihNya." Demikianlah akn keadaan para Nabi,wali,org soleh dan org2 zuhud.
p/s: dipetik dari kitab MUKASHAFAH AL-QULUB -IMAM AL-GHAZALI
Tuesday, October 7, 2008
~kebahagiaan...~
Semoga kisah ini akan menjadi ikhtibar buat kita bersama..
Seorang wanita sedang keluar dari rumahnya apabila dia terlihat tiga orang lelaki tua berjanggut panjang yang berwarna putih sedang duduk dihalaman rumahnya. Dia tidak kenal akan mereka. Wanita itu bertanya, " Saya tidak fikir saya mengenali awak semua, tetapi saya pasti awak semua mesti sedang lapar.. Silalah masuk kerumah saya dan makan sesuatu."
Di mana ada Kasih Sayang, di situ juga ada Kekayaan dan Kejayaan!"
Seorang wanita sedang keluar dari rumahnya apabila dia terlihat tiga orang lelaki tua berjanggut panjang yang berwarna putih sedang duduk dihalaman rumahnya. Dia tidak kenal akan mereka. Wanita itu bertanya, " Saya tidak fikir saya mengenali awak semua, tetapi saya pasti awak semua mesti sedang lapar.. Silalah masuk kerumah saya dan makan sesuatu."
"Adakah suami awak ada dirumah?", mereka bertanya.
"Tidak", wanita itu berkata. "Suami saya telah keluar."
"Jadi, kami tidak akan masuk", mereka menjawab. Sewaktu suaminya pulang ke rumah pada petang itu, wanita itu pun memberitahunya kejadian tersebut.
"Pergi beritahu mereka bahawa saya telah balik dan menjemput mereka masuk kedalam sekarang!" Wanita itu keluar dan menjemput ketiga-tiga lelaki tua itu masuk ke dalam.
"Kami tidak akan masuk ke dalam rumah bersama-sama, " mereka menjawab.
"Mengapa begitu?" wanita itu ingin tahu.
Salah seorang dari lelaki tua itu pun menerangkan :
"Namanya ialah Kekayaan," Dia berkata sambil menunjuk ke arah salah seorang kawannya, dan beralih menunjuk kearah kawan yang seorang lagi, “Dia adalah Kejayaan, dan saya adalah Kasih Sayang.." Dia menyambung lagi, "Sekarang masuklah semula kedalam rumah dan berbincanglah dengan suami awak, siapakah di antara kami bertiga yang kamu ingin jemput kedalam rumah."
Wanita itu pun masuk semula kedalam dan memberitahu suaminya perkara tersebut. Suaminya berasa sungguh gembira. "Bagusnya!!" dia berkata. "Kalau macam tu jemputlah Kekayaan masuk. Biar dia masuk dan mengisi rumah kita ini dengan Kekayaan!"
Isterinya tidak bersetuju. "Abang, kenapa pula kita tidak menjemput Kejayaan?"
Kebetulan, anak perempuan mereka juga sedang mendengar perbualan itu dari satu sudut rumah yang lain. Dia lalu menyampuk dan memberikan pandangannya :
"Bukankah lebih baik sekiranya kita menjemput Kasih Sayang? Rumah kita ini pasti akan diselubungi dengan Kasih Sayang!"
"Biarlah kita mengikut nasihat anak kita itu," kata suami itu kepada isterinya.
"Keluar dan jemputlah Kasih Sayang sebagai tetamu kita."
Wanita itu pun keluar dan bertanya kepada tiga lelaki tua, "Yang mana satu di antara kamu adalah Kasih Sayang? Silalah masuk dan jadi tetamu kami."
Kasih Sayang bangun dan mula berjalan ke arah rumah.
Kedua-dua lelaki yang lain juga bangun dan mengikutinya.
Terperanjat, wanita itu pun bertanya kepada Kekayaan dan Kejayaan :
"Saya cuma menjemput Kasih Sayang, mengapa kamu juga ikut sekali?"
Mereka semua menjawab: "Jika awak menjemput samada Kekayaan atau
Kejayaan, yang lain akan tunggu diluar, tetapi oleh kerana awak telah menjemput Kasih Sayang, ke mana-mana sahaja dia pergi, kami akan pergi bersamanya..
"Tidak", wanita itu berkata. "Suami saya telah keluar."
"Jadi, kami tidak akan masuk", mereka menjawab. Sewaktu suaminya pulang ke rumah pada petang itu, wanita itu pun memberitahunya kejadian tersebut.
"Pergi beritahu mereka bahawa saya telah balik dan menjemput mereka masuk kedalam sekarang!" Wanita itu keluar dan menjemput ketiga-tiga lelaki tua itu masuk ke dalam.
"Kami tidak akan masuk ke dalam rumah bersama-sama, " mereka menjawab.
"Mengapa begitu?" wanita itu ingin tahu.
Salah seorang dari lelaki tua itu pun menerangkan :
"Namanya ialah Kekayaan," Dia berkata sambil menunjuk ke arah salah seorang kawannya, dan beralih menunjuk kearah kawan yang seorang lagi, “Dia adalah Kejayaan, dan saya adalah Kasih Sayang.." Dia menyambung lagi, "Sekarang masuklah semula kedalam rumah dan berbincanglah dengan suami awak, siapakah di antara kami bertiga yang kamu ingin jemput kedalam rumah."
Wanita itu pun masuk semula kedalam dan memberitahu suaminya perkara tersebut. Suaminya berasa sungguh gembira. "Bagusnya!!" dia berkata. "Kalau macam tu jemputlah Kekayaan masuk. Biar dia masuk dan mengisi rumah kita ini dengan Kekayaan!"
Isterinya tidak bersetuju. "Abang, kenapa pula kita tidak menjemput Kejayaan?"
Kebetulan, anak perempuan mereka juga sedang mendengar perbualan itu dari satu sudut rumah yang lain. Dia lalu menyampuk dan memberikan pandangannya :
"Bukankah lebih baik sekiranya kita menjemput Kasih Sayang? Rumah kita ini pasti akan diselubungi dengan Kasih Sayang!"
"Biarlah kita mengikut nasihat anak kita itu," kata suami itu kepada isterinya.
"Keluar dan jemputlah Kasih Sayang sebagai tetamu kita."
Wanita itu pun keluar dan bertanya kepada tiga lelaki tua, "Yang mana satu di antara kamu adalah Kasih Sayang? Silalah masuk dan jadi tetamu kami."
Kasih Sayang bangun dan mula berjalan ke arah rumah.
Kedua-dua lelaki yang lain juga bangun dan mengikutinya.
Terperanjat, wanita itu pun bertanya kepada Kekayaan dan Kejayaan :
"Saya cuma menjemput Kasih Sayang, mengapa kamu juga ikut sekali?"
Mereka semua menjawab: "Jika awak menjemput samada Kekayaan atau
Kejayaan, yang lain akan tunggu diluar, tetapi oleh kerana awak telah menjemput Kasih Sayang, ke mana-mana sahaja dia pergi, kami akan pergi bersamanya..
Di mana ada Kasih Sayang, di situ juga ada Kekayaan dan Kejayaan!"
Keistimewaan Wanita Yang Allah Kurniakan Rahim
Beruntungnya seorang wanita yg ada rahim ini ialah dia bekerja dengan Tuhan... jadi 'kilang '
manusia. Tiap-tiap bulan dia diberi cuti bergaji penuh... 7 sehingga 15 hari sebulan dia tak wajib
sembahyang tetapi Allah anggap di waktu itu sembahyang terbaik darinya. Cuti bersalin juga
sehingga 60 hari. Cuti ini bukan cuti suka hati tapi cuti yang Allah beri sebab dia bekerja dengan
Allah. Orang lelaki tak ada cuti dari sembahyang.. . sembahyang wajib baginya dari baligh sehingga
habis nyawanya.
Satu lagi berita gembira untuk wanita, sepanjang dia mengandung Allah sentiasa mengampunkan
dosanya, lahir saja bayi seluruh dosanya habis. Inilah nikmat Tuhan beri kepada wanita, jadi
kenapa perlu takut nak beranak? Marilah kita pegang kepada tali Allah.
Seandainya wanita itu mati sewaktu bersalin, itu dianggap mati syahid Allah izinkan terus masuk
Syurga. Untuk orang kafir dia tak dapat masuk Syurga tapi Allah beri kelonggaran siksa kubur.
Untuk peringatan semua wanita yang bersuami seluruh kebaikan suaminya, semuanya isteri dapat
pahala tetapi dosa-dosa suami dia tak tanggung. Diakhirat nanti seorang wanita solehah akan
terperanjat dengan pahala extra yang banyak diaterima diatas segala kebaikan suaminya yang tak
disedari. Bila dia lihat suaminya tengah terhegeh-hegeh di titian Sirat dia tak nak masuk syuga
tanpa suaminya, jadi dia pun memberi pahalanya kepada suami untuk lepas masuk syurga..
Didunia lagi, kalau suami dalam kesusahan isteri boleh bantu tambah lagi di akhirat. Kalau seorang
isteri asyik merungut,mulut selalu muncung terhadap suami dia tak akan dapat pahala extra ini.
Manakala suami pula mempunyai tugas-tugas berat didalam dan diluar rumah, segala dosa-dosa
anak isteri yang tak dididik dia akan tanggungditambah lagi dengan dosa-dosa yang lain..
Dinasihatkan kepada semua wanita supaya faham akan syariat Allah agar tidak derhaka denganNya.
Dan juga tidak derhaka kepada suaminy
manusia. Tiap-tiap bulan dia diberi cuti bergaji penuh... 7 sehingga 15 hari sebulan dia tak wajib
sembahyang tetapi Allah anggap di waktu itu sembahyang terbaik darinya. Cuti bersalin juga
sehingga 60 hari. Cuti ini bukan cuti suka hati tapi cuti yang Allah beri sebab dia bekerja dengan
Allah. Orang lelaki tak ada cuti dari sembahyang.. . sembahyang wajib baginya dari baligh sehingga
habis nyawanya.
Satu lagi berita gembira untuk wanita, sepanjang dia mengandung Allah sentiasa mengampunkan
dosanya, lahir saja bayi seluruh dosanya habis. Inilah nikmat Tuhan beri kepada wanita, jadi
kenapa perlu takut nak beranak? Marilah kita pegang kepada tali Allah.
Seandainya wanita itu mati sewaktu bersalin, itu dianggap mati syahid Allah izinkan terus masuk
Syurga. Untuk orang kafir dia tak dapat masuk Syurga tapi Allah beri kelonggaran siksa kubur.
Untuk peringatan semua wanita yang bersuami seluruh kebaikan suaminya, semuanya isteri dapat
pahala tetapi dosa-dosa suami dia tak tanggung. Diakhirat nanti seorang wanita solehah akan
terperanjat dengan pahala extra yang banyak diaterima diatas segala kebaikan suaminya yang tak
disedari. Bila dia lihat suaminya tengah terhegeh-hegeh di titian Sirat dia tak nak masuk syuga
tanpa suaminya, jadi dia pun memberi pahalanya kepada suami untuk lepas masuk syurga..
Didunia lagi, kalau suami dalam kesusahan isteri boleh bantu tambah lagi di akhirat. Kalau seorang
isteri asyik merungut,mulut selalu muncung terhadap suami dia tak akan dapat pahala extra ini.
Manakala suami pula mempunyai tugas-tugas berat didalam dan diluar rumah, segala dosa-dosa
anak isteri yang tak dididik dia akan tanggungditambah lagi dengan dosa-dosa yang lain..
Dinasihatkan kepada semua wanita supaya faham akan syariat Allah agar tidak derhaka denganNya.
Dan juga tidak derhaka kepada suaminy
Subscribe to:
Posts (Atom)















